Ikuti Kami
asuransi

7 Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Meskipun sama - sama pilihan asuransi yang baik. Tentu ada perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional, seperti contohnya pada pronsip yang diterapkan

Febry
Publish
7 Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Emakbloger.com - Tahukah Anda apa itu asuransi syariah dan konvensional? Untuk menyiapkan perlindungan diri, tentunya Anda sebagai nasabah harus paham betul dengan pilihan jenis dan bentuk produk yang asuransi yang ada. Agar tidak teperdaya, ketahui dulu apa itu perbedaan asuransi syariah dan konvensional manfaat keduanya.

Pengertian Asuransi Syariah & Konvensional

Pada asuransi konvensional, jenis produk asuransi ini adalah suatu produk asuransi yang didasarkan pada prinsip jual beli risiko. Nasabah akan dikenakan biaya premi untuk menerima bonus berupa perlindungan terhadap potensi risiko dalam bentuk kesehatan atau jiwa.

Sedangkan pada Asuransi syariah, merupakan asuransi yang memiliki prinsip menurut hukum Islam sebagai dasarnya. Juga didasarkan pada prinsip saling membantu antara peserta (kerjasama), saling melindungi (takaful) atau pembagian risiko antara peserta satu salam lain dalam asuransi.

7 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Seperti pembahasan pada inti artikel ini, bahwa kedua jenis asuransi syariah dan konvensional masing - masing memiliki perbedaan. Supaya lebih jelasnya, berukut kami telah merangkumnya.

1. Prinsip

Prinsip dasar atau penerapan cara kerja merupakan salah satu perbedaan asuransi syariah dan konvensional. Dalam asuransi syariah, pertanggungan risiko adalah antara perusahaan asuransi dan peserta (risk sharing). Peserta saling membantu satu sama lain. Pengumpulan dana dikelola dengan membagi risiko antara perusahaan dan peserta asuransi itu sendiri.

Sedangkan pada asuransi konvensional, pengembalian risiko dari peserta kepada perusahaan dengan sistim risk transfer secara penuh. Pihak asuransi akan menanggung risiko atas nasabah sebagai tertanggung, baik untuk harta, kesehatan maupun jiwa sesuai dengan kebijakan polis asuransi tersebut.

Baca Juga: Perbedaan Antara Asuransi Umum dengan Asuransi Syariah

2. Kesepakatan

Untuk asuransi syariah, kesepakatan yang menjadi dasar adalah akad takaful, yaitu membantu. Jika terjadi masalah atau musibah pada salah satu peserta, peserta lainnya akan membantu dengan dana tabarru. Pada intinya jenis asuransi syariah menggunakan prinsip gotong royong.

Sedangkan dalam asuransi konvensional, prinsipnya adalah kontrak terprogram, yaitu kontrak jual beli. Kesepakatan ini dilakukan menurut sebuah syirah, yaitu harus ada kejelasan tentang hal-hal seperti pembeli, penjual, barang yang diperdagangkan, harga, dan persetujuan. Dalam hal ini, masing-masing pihak memahami dan menyetujui transaksi yang sedang berlangsung.

3. Kepemilikan dan pengelolaan dana

Perbedaan asuransi syariah dan konvesional juga dapat kita bedakan dari prinsip kepemilikan dan pengelolaan dana. Pada asuransi syariah, uang dimiliki oleh semua peserta asuransi sehingga perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola dana tanpa ekuitas. Dana ini kemudian akan dikelola semaksimal mungkin untuk kepentingan peserta asuransi dengan sistem yang transparan.

Dalam pengelolaan dana asuransi syariah dapat melibatkan istilah yang legal dan tidak boleh mengandung ketidak jelasan, baik itu secara hukum sifatnya maupun faktanya. Juga perangkat investasi yang dipilih harus sesuai dengan Syariah Islam.

Sedangkan pada asuransi konvensional, premi harus dibayar oleh tertanggung, seperti halnya jual beli pada umumnya. Dana tersebut akan dikelola sesuai dengan kesepakatan. Misalnya sebagian dialihkan untuk biaya dan investasi, atau pertimbangan lain sesuai dengan jenis produk asuransi yang dipilih untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Baca Juga: Asuransi Mobil All Risk dan TLO, Apa Saja Perbedaannya?

4. Pengawasan dana

Dari segi pengawasan dana asuransi sangat penting sifatnya. berikut perbedaan asuransi syariah dan konvensional mengenai pengawasan dana nasabah.

Dalam asuransi syariah terdapat pihak ketiga sebagai pengawas kegiatan asuransi yaitu Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertanggung jawab untuk mengawasi proses transaksi perusahaan asuransi dalam rangka menjaga prinsip dan hukum menurut Islam.

Sedangkan pada asuransi konvensional, tidak ada badan pengawasan khusus untuk kegiatan dan transaksi perusahaan. Namun pada prinsipnya, setiap perusahaan asuransi resmi dan terdaftar harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

5. Dana Hangus

Pada Asuransi syariah tidak menerapkan istilah dana hangus. Uangnya tetap bisa diambil meski ada porsi kecil sebagai uang tabarru. Ketika seseorang tidak dapat melanjutkan asuransi syariah, uang tetap dapat ditarik secara penuh sesuai dengan apa yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi syariah.

Berbeda dengan prinsip yang diterapkan perusahaan asuransi konvensional. Status dana hangus segera setelah berakhirnya periode polis, ketidak mampuan nasanah membayar tanggungan premi saat ini, dan kondisi lainnya.

6. Wakaf dan Zakat

Dalam asuransi syariah, menerapkan ketentuan wakaf dan zakat. Sedangkan pada jenis asuransi konvensional tidak terdapat atau tidak berlaku ketentuan wakaf dan zakat.

Wakaf sendiri merupakan penyerahan hak kepemilikan permanen atau properti kepada penerima hibah atau rekanan, dengan tujuan menguntungkan orang-orang. Karena dana abadi memiliki manfaat perlindungan, peserta asuransi atau tertanggung dapat menyumbangkan manfaat asuransi dalam bentuk santunan asuransi kematian dan nilai moneter polis.

Zakat adalah harga khusus yang harus dibayarkan umat Islam kepada golongan yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin. Zakat adalah wajib dalam asuransi syariah dan diambil dari keuntungan perusahaan.

Namun, hal ini tidak ada aturan wakaf dan zakat dalam asuransi konvensional. Pembayaran dokumen dapat dilakukan kepada ahli waris sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Yuk Pahami Manfaat Asuransi Jiwa Seumur Hidup

7. Klaim Asuransi

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional juga dapat dibedakan dari cara klaim asuransi. Pada asuransi syariah akan mencairkan reksa dana untuk membayar klaim nasabah. Dalam asuransi syariah, polis bisa atas nama keluarga inti (ayah, ibu dan anak).

Seluruh keluarga akan menerima pertanggungan rawat inap. Klaim juga biasanya dibayar dengan sistem cashless untuk semua tagihan yang muncul, tanpa menutup kemungkinan adanya klaim ganda terhadap asuransi lainnya.

Sedangkan pada asuransi konvensional akan menanggung klaim asuransi tertanggung dari dana perusahaan, tentunya dengan tunduk pada ketentuan polis yang berlaku. Karena polis bersifat perseorangan, hanya dapat atas nama satu orang, kecuali manfaat tertentu polis memiliki fasilitas keluarga.

Membayar dan klaim polis yang berbeda dalam asuransi konvensional, seperti penggantian tunai atau rencana non-tunai. Anda juga bisa mencoba menggandakan klaim, tergantung ketentuan yang berlaku pada masing-masing polis asuransi.

Nah, itulah 7 perbedaan asuransi syariah dan konvensional berdasarkan kutipan kami dari berbagai sumber. Semoga anda tidak bingung lagi mengenai perbedaan kedua jenis produk asuransi tersebut, dan dapat menambah wawasan Anda. :)


Terkait

Artikel Terbaru

Aktivasi Mobile Banking BNI Gagal Terus: Begini Cara Mengatasinya! Aktivasi Mobile Banking BNI Gagal Terus: Begini Cara Mengatasinya!
perbankan August, 2021
Aktivasi Mobile Banking BNI Gagal Terus: Begini Cara Mengatasinya!

sering kali mengalami aktivasi mobile banking BNI gagal terus bisa jadi karena beberapa faktor. Untuk mengatasi masalah semacam ini, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan, selengkapnya dapat anda lihat dibawah ini.

Yuk Pahami Jenis & Macam Macam Tabungan BNI Yuk Pahami Jenis & Macam Macam Tabungan BNI
perbankan August, 2021
Yuk Pahami Jenis & Macam Macam Tabungan BNI

yuk pahami jenis & macam macam tabungan BNI serta fitur dan keunggulannya untu memudahkan anda memilih dan memilah sesuai kebutuhan yang anda inigikan

5 Usaha Grab Food Rumahan Paling Laris 2021 5 Usaha Grab Food Rumahan Paling Laris 2021
bisnis July, 2021
5 Usaha Grab Food Rumahan Paling Laris 2021

Selain menjadi bisnis yang menjanjikan. Usaha Grab food rumahan juga dapat anda jadikan sebagai bisnis tambahan tanpa harus mengeuarkan modal besar.

7 Ide Jualan Makanan Rumahan yang Menjanjikan 7 Ide Jualan Makanan Rumahan yang Menjanjikan
bisnis July, 2021
7 Ide Jualan Makanan Rumahan yang Menjanjikan

Ada banyak ide jualan makanan rumahan yang bisa anda pilih. Mulai dari jajanan makanan simple, makanan unik, jenis camilan, atau juga jajanan khas daerah.

9 Usaha Makanan Rumahan Online Paling Laris 2021 9 Usaha Makanan Rumahan Online Paling Laris 2021
bisnis July, 2021
9 Usaha Makanan Rumahan Online Paling Laris 2021

usaha makanan rumahan online dengan menu simple menjadi bisnis yang lagi trend saat ini, mulai dari jualan makanan yang laku setiap hari, hingga jajanan khas daerah.

12 Ide Usaha Toko Online Shop Terlaris 2021 12 Ide Usaha Toko Online Shop Terlaris 2021
bisnis July, 2021
12 Ide Usaha Toko Online Shop Terlaris 2021

Menentukan Ide toko online memang suatu kewajiban yang perlau anda lakukan sebelum memulai bisnis anda. Lalu, apa saja usaha online shop terlaris saat ini? yuk simak ulasan selengkapnya dari kami dibawah ini

Mudah! 5 Cara Dropship di Tokopedia Mudah! 5 Cara Dropship di Tokopedia
bisnis July, 2021
Mudah! 5 Cara Dropship di Tokopedia

Adapun beberapa cara suksek menjalani bisnis dropship di tokopedia yang perlu anda perhatikan sebelum memulainya, apa saja? yuk simak ulasan selengkapnya dibawah ini