Home / blog / 7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

blog-feature-image

April 13, 2021 by Sherla

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala



Emakbloger.com - Saat menerapkan cara mendidik anak, ada beberapa ciri yang bisa dilihat. Salah satunya adalah sifat keras kepala, terutama saat anak mulai bersekolah. Sekitar usia 6-9 tahun, anak mulai membentuk keinginannya sendiri dan terkadang memaksanya untuk terpenuhi, apa pun yang terjadi.

Jika orang tua tidak mengizinkan, akan sering timbul perdebatan dan Mama akan mulai merasa bahwa anak tersebut memiliki sifat keras kepala. Mengutip dari buku parenting cara mendidik anak, sifat keras kepala sebenarnya bisa menjadi ciri khas yang dimunculkan oleh anak bahkan sejak masa kanak-kanak.

Penting untuk dipahami bahwa sikap keras kepala adalah bagian dari kepribadian beberapa anak, tetapi pada orang lain sifat ini sebenarnya adalah cara untuk menegaskan keinginan mereka.

Untuk menghadapi anak yang keras kepala, mama perlu melakukan beberapa trik dengan benar. Jika tidak demikian, maka hubungan komunikasi antara ibu dan anak bisa jadi perdebatan.

Berikut rangkuman mengenai cara mendidik anak keras kepala dari emakbloger.com:

1. Dengarkan dan Hindari Perselisihan

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Komunikasi adalah jalan dua arah. Jika mama ingin si anak mendengar apa yang kamu katakan, kamu harus terlebih dahulu mendengarkan apa yang diinginkan anak kamu. Anak yang berkemauan keras mungkin memiliki pendapat yang kuat dan cenderung membantah.

Anak yang keras kepala juga bisa menjadi emosional, terutama ketika mereka merasa tidak didengarkan. Jadi, dengarkan apa yang diinginkan anak kamu dan lakukan percakapan terbuka tentang apa yang dipikirkan mama.

Hindari konseling yang panjang terhadap anak. Jika demikian, anak akan semakin enggan untuk mengesampingkan pendapat Mama.

Baca Juga: 8 Cara Mendidik Anak Supaya Rajin dan Disiplin

2. Jangan Memaksa Anak Berlebihan

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Ketika mama memaksakan keinginan pada anak, terutama hal-hal yang tidak mereka sukai, anak yang keras kepala cenderung memberontak. Ini bukan tidak mungkin, anak-anak juga akan marah. Jadi sebaiknya hindari kebiasaan memaksa anak. Sebaliknya, jika kamu ingin si anak mendengarkan dan mengikuti nasehat Mama.

Misalnya, ketika anak bersikeras untuk menonton TV setelah waktu tidurnya, marah dan mematikan TV tidak akan membantu. Sebaliknya, duduklah bersamanya dan tunjukkan minat pada apa yang dilihat anak tersebut.

Saat mama menunjukkan bahwa kamu peduli, anak akan tertarik untuk mendengarkannya. Ketika hubungan dan kepercayaan mulai terbangun, akan lebih mudah bagi anak-anak untuk menerima nasihat kamu. Untuk itulah dalam cara mendidik anak, pengting banget untuk tidak terlalu memaksakan kehendak kamu.

Baca Juga: Cara Mendidik Anak Yang Baik Dalam Keluarga

3. Tenang dan Hindari Emosi

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Ketika mama sedang emosional, apakah kamu cenderung mudah membentak anak Anda? Sebaiknya cara mendidik anak dihindari dulu saat menghadapi anak yang keras kepala.

Meneriaki anak yang keras kepala dan bernada tinggi juga akan mengubah percakapan normal antara orang tua dan anak menjadi perselisihan. Sebagai pribadi yang lebih dewasa, mama diharapkan menjadi lebih bijak ketika berbicara dengan anak-anak kamu. Bantulah anak kamu memahami kebutuhan untuk bertindak dan berbicara dengan tenang.

4. Ciptakan Lingkungan Rumah yang Menyenangkan

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Cara mendidik anak yang keras kepala selanjutnya adalah dengan memberikan pengertian kepada anak melalui obsesi dan pengalaman. Jika anak melihat orang tua selalu bertengkar, anak akan belajar meniru. Misalnya saat mama dan daddy sering bertengkar di rumah.

Konflik di antara orang tua dapat menciptakan lingkungan yang penuh tekanan di dalam rumah, yang pada akhirnya memengaruhi suasana hati dan perilaku anak. Menurut sebuah penelitian, konflik dalam keluarga dapat menimbulkan masalah sosial bahkan agresi pada anak.

Baca Juga: 7 Cara Mendidik Anak Perempuan Dalam Ajaran Islam

5. Berikan Alternatif pada Anak

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Anak-anak akan menghargai lebih banyak pilihan atau alternatif daripada orang tua yang dapat memutuskan sendiri apa yang ingin mereka lakukan. Batasi pilihan untuk menghindari kebingungan pada anak-anak. Beri pilihan setidaknya dua atau tiga. Misalnya, ketika kamu meminta si anak untuk membersihkan kamar, tanyakan apakah dia ingin mulai membersihkan tempat tidur atau lemari terlebih dahulu.

6. Jangan Ragu Memberikan Aturan

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Seorang anak yang keras kepala membutuhkan aturan dan regulasi untuk mempelajari pengendalian diri. Jadi, jangan ragu untuk menetapkan batasan dan menjelaskan konsekuensinya.

Jika perlu, mintalah juga masukan dari anak-anak tentang akibat yang akan terjadi dan pendapat mereka tentang masing-masing akibat tersebut. Konsistensi itu penting, tetapi tidak akan menimbulkan kekakuan. Penting untuk bersikap fleksibel pada waktu-waktu tertentu, seperti saat ibu dan keluarga Anda sedang berlibur.

Baca Juga: Cara Mendidik Anak dan Mempersiapkan Diri Menjadi Orang tua

7. Cobalah Turut Berpikir Dari Sisi Pandang Anak

7 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Cara mendidik anak selanjutnya adalah jangan terburu-buru gugup saat berhadapan dengan anak yang keras kepala. Lihatlah masalahnya dari sudut pandang anak dan cobalah untuk memahami mengapa dia berperilaku seperti itu.

Misalnya, jika mama berjanji akan mengajak si anak ke taman tetapi tiba-tiba hal itu tidak terjadi karena hujan, maka kamu perlu menjelaskannya secara detail kepada anak kamu. Karena meskipun alasannya jelas, kemungkinan besar anak hanya akan melihatnya sebagai janji. Sekarang, ketika mama perlahan bisa menjelaskan alasannya, anak mungkin akan lebih menerima ini dan tidak begitu marah.

Itulah sedikit tips dari kami mengenai 7 cara mendidik anak yang keras kepala. Cara diatas mungkin saja tidak ada yang sesui dengan value yang kamu anut, baiknya, ambil yang sesuai, buang yang enggak.



KOMENTAR