Home / blog / Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol, dan Apa Manfaatnya?

blog-feature-image

May 31, 2021 by Asmatun Farah

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol, dan Apa Manfaatnya?



Emakbloger.com - Pertanyaan mengenai ibu hamil makan jengkol boleh atau tidak menjadi topik menarik untuk dibahas. Kandungan dalam bahan satu ini sebagian besar baik untuk tubuh meski aromanya cukup menyengat. Namun Anda bisa mengakalinya menerapkan beberapa cara khusus.

Apakah Aman Mengkonsumsi Jengkol Saat Hamil?

Saat kehamilan, seorang ibu tentu akan melakukan berbagai hal untuk melindungi janinnya agar tidak sampai mengalami gangguan serta gizinya terpenuhi. Namun bukan berarti Anda harus menghindari semua makanan termasuk jengkol. Lalu pertanyaannya apakah bahan makanan ini aman?

Masyarakat Indonesia sudah cukup akrab dengan berbagai olahan jengkol. Bahan dasar dengan nama lain Archidendron pauciflorum sudah menjadi makanan favorit beberapa masyarakat terutama Betawi. Meski aromanya cukup menyengat namun penikmatnya terbilang banyak.

Seseorang yang sudah terbiasa mengkonsumsinya kemungkinan sulit meninggalkan. Hal ini akan menjadi problem wanita hamil karena masih ragu mengenai tingkat keamanannya. Menurut beberapa sumber, mengkonsumsinya olahan jengkol diperbolehkan asal tidak berlebihan.

Baca Juga: Ibu Hamil Makan Mie Instan dan Berapa Batasan Wajarnya?

Jumlah Konsumsi Jengkol yang Wajar

Asam amino yang terdapat di dalam jengkol dengan kandungan atom dapat mengendap di ginjal yang tidak mudah larut. Oleh karenanya kan beresiko jika Anda mengkonsumsi bahan tersebut dalam jumlah banyak. Salah satu gejalanya adalah merasakan nyeri saat buang air kecil.

Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat gangguan gagal ginjal ada baiknya membatasi konsumsinya, tujuannya adalah guna menghindari terjadinya masalah lebih berat. Sementara jika berada di kondisi normal, maka dapat memakan setidaknya 1-3 keping dalam satu hari atau jangka waktu tertentu.

Aturan yang perlu Anda ketahui sebelum memakannya adalah pastikan jengkol sudah dalam keadaan matang. Hal ini karena ketika masih mentah maka asam jengkolat nya masih sangat tinggi. akibatnya bisa meningkatkan risiko timbulnya berbagai masalah kesehatan.

Manfaat Jengkol Bagi Ibu Hamil

Meski terdapat risiko saat mengkonsumsinya dalam jumlah besar namun Anda perlu mengetahui manfaat yang bisa didapatkan. Sebagai salah satu sumber kalori, bahan tersebut dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Secara lebih lengkapnya berikut pembahasannya:

1. Mencegah Anemia

Saat ini masalah kesehatan semakin banyak terutama berkaitan dengan sakit dalam. Anemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang sering mengakibatkan tubuh menjadi lemah dan kurang fit. Tidak jarang juga menjalar ke kepala yakni menimbulkan pusing.

Pada ibu hamil kondisi kesehatan meman harus selalu mendapatkan perhatian lebih. dengan mengkonsumsi sekitar 100 gram maka Anda sudah mendapatkan zat besi sebesar 4,7 gram. Hanya saja pastikan untuk tidak mengkonsumsi secara berlebihan apalagi setiap hari.

2. Sumber Antioksidan

Tubuh yang terkena radikal bebas akan mudah terjangkit berbagai macam penyakit berbahaya. Oleh sebab itu Anda perlu mengkonsumsi bahan dengan kandungan antioksidan. Rasanya sendiri cukup lezat, namun dapat menyehatkan tubuh pengonsumsinya jika menggunakan takaran sesuai.

Radika bebas sendiri bisa tercipta dari lingkungan yakni debu dan polusi. Apabila Anda biarkan maka risiko terhadap kesehatan sangat banyak arena memperlemah sistem imun. Sebaiknya sebelum makan mie konsultasikan terlebih dahulu pada ahli gizi atau dokter untuk meminimalisir efeknya.

3. Mencegah Konstipasi

Mengkonsumsi jengkol setidaknya 1-2 keping dipercaya bisa mengurangi risiko terjadi konstipasi atau sembelit. Jika perlu Anda dapat mengubahnya dengan minum probiotik namuan hindari memadukannya. Tujuannya untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kandungan di dalamnya.

Anda bisa mendapatkan manfaat pencernaan yang lancar karena di dalam jengkol terkandung serta cukup tinggi. agar hasilnya semakin maksimal, sebaiknya menunjanya menggunakan sayur hijau. jangan lupa olahraga ringan guna menjaga stabilitas tubuh dan memperkuat sistem imun.

4. Mengurangi Risiko Osteoporosis

Osteoporosis merupakan kondisi di mana sendi dan tulang mengalami masalah pengeroposan sehingga fungsinya semakin tidak stabil. Saat ini terjadi tentu akan membuat kondisi kehamilan bisa saja terganggu. Oleh karenanya Anda dapat melakukan pencegahan dengan mengkonsumsi jengkol.

Penyebab osteoporosis yakni yakni ketika tubuh kekurangan kalsium. Kandungan satu ini bisa Anda temukan pada beberapa makanan seperti susu, beberapa jenis ikan, tulang, dan jengkol. Saat mengkonsumsinya dalam jumlah tepat maka bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

Baca Juga: Ibu Hamil Minum Yakult, Bolehkah dan Bagaimana Tata Caranya?

5. Sumber Asupan Kalsium untuk Janin

Sumber kalsium tidak melulu dari susu atau ikan, namun ternyata jengkol juga memiliki kandungan tersebut yang bisa memperkuat kondisi tulang dan gigi. Penyajian jengkol untuk ibu hamil, disarankan memasak terlebih dahulu tetapi jangan sampai membuka banyak MSG atau penyedap rasa.

Kandungan MSG dalam masakan yang terbilang cukup tinggi bisa menurunkan tingkat kecerdasan janin di dalam kandungan. Ketika sudah bermasalah, maka bayi di dalam kandungan akan merasakan dampaknya seperti kekurangan gizi bahkan meningkatkan kelahiran prematur.

Efek Samping Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Jengkol

Sebelum mengkonsumsi makanan, ada baiknya mengetahui kandungan baik dan buruknya untuk tubuh. Apalagi bagi ibu hamil yan perlu menjaga kesehatan agar janinnya bisa lahir dengan selamat. Anda juga bisa mendukungnya menggunakan pola hidup sehat. Simak penjelasan berikut:

1. Risiko Keguguran

Keguguran merupakan kondisi yang paling masyarakat hindari, karena selain membuat kehilangan buah hati juga proses pengeluarannya cukup menyakitkan. Guna mencegahnya maka Anda perlu melakukan beberapa langkah khusus seperti mengurangi konsumsi makan mengandung asam jengkolat.

Dalam jengkol terdapat banyak kandungan asam jengkolat yang sukar larut dan tidak bisa Anda konsumsi dalam jumlah banyak. Akibatnya penyerapan vitamin dan mineral pada tubuh menjadi terhambat. Dampak buruknya bisa membuat kelahiran dini atau keguguran.

2. Gangguan Ginjal

Proses sekresi dapat terganggu akibat adanya timbunan asam jengkolat yang terjadi pada ginjal. Hal ini menjadikan sistem kinerjanya semakin ekstra oleh karenanya sangat rentan mengalami masalah kesehatan. tentunya kondisi seperti ini berbahaya apalagi untuk ibu hamil.

Dalam penjelasan dari jurnal yang terdapat pada US National Library of Medicine menyebutkan bahwa djenkolism adalah sekumpulan gejala berupa obstruksi kandung kemih, nyeri panggul, dan cedera ginjal akut. Istlah tersebut berfungsi untuk menyebut masalh esehatan akibat onsumsi jengkol.

Baca Juga: Pembahasan Menarik Mengenai Ibu Hamil Makan Pedas

Cara Mengolah Jengkol yang Tepat

Bahan jengkol akan aan untuk Anda konsumsi apabila dapat mengolahnya dengan benar. Tujuan utamanya yakni untuk mengurangi dampaknya. Selain itu pastikan untuk menyeimbangkan dengan mengkonsumsi sayur serta berolahraga rutin. Siak ulasan di bawah ini:

  • rebus jengkol menggunakan daun jeruk purut yang bertujuan untuk mengurangi bau menyengat. Nantinya ketika Anda buang air kecil maka tidak ada bau tertinggal di kamar mandi.

  • Hindari memasak jengkol terlalu lama yakni setidaknya gunakan waktu sekitar 20-30 menit. Durasi ini akan membuat bahan masakan menjadi empuk dengan tingkat kematangan sedang.

  • Tambahkan rempah-rempah pilihan untuk mengurangi bau-bauan menyengat yang jengkol keluarkan. Salah satunya adalah jahe, dengan begitu dapat menambah rasa khasnya.

Demikian [penjelasan mengenai ibu hamil makan jengkol yang perlu Anda ketahui supaya nantinya tidak sampai salah aturan saat akan mengkonsumsinya. Dalam kondisi seperti ini memang sebagai calon orang tua harus sangat berhati-hati.



KOMENTAR