Home / blog / Berhubungan Intim Saat Hamil: Kenali Cara Aman Melakukannya

blog-feature-image

April 5, 2021 by Leona

Berhubungan Intim Saat Hamil: Kenali Cara Aman Melakukannya



Emakbloger.com - Beberapa wanita hamil mungkin ragu untuk berhubungan intim saat hamil, karena dianggap berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang. Padahal, jika berhubungan intim saat hamil dilakukan dengan benar, hal ini tidak akan berbahaya dan justru memberikan manfaat bagi ibu hamil dan janinnya.

Berhubungan intim saat hamil sebenarnya aman, jadi Moms tidak perlu khawatir jika ingin melakukannya. Namun, ada banyak faktor yang seringkali menyebabkan ibu hamil mengalami penurunan gairah bercinta.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai perubahan kondisi tubuh di awal kehamilan, seperti perubahan hormonal, nyeri tekan dan sensitif pada payudara, morning sickness, perasaan tidak stabil, dan kelelahan.

Selain itu, seiring bertambahnya usia rahim, ukuran rahim dan janin akan bertambah. Hal ini bisa membuat ibu hamil merasakan keluhan tertentu, seperti sakit punggung, sehingga ia merasa tidak nyaman saat berhubungan intim.

Namun, ini tidak berarti bahwa berhubungan intim tidak dapat dilakukan selama kehamilan. Ada juga wanita yang merasa lebih heboh saat hamil. Jika Moms merasa demikian, maka moms tidak perlu takut untuk berhubungan intim saat hamil, asalkan rileks dan tubuh sehat.

Apakah Berhubungan Intim Aman Saat Hamil?

Selama ibu hamil tidak mengalami masalah kehamilan, berhubungan intim saat hamil dinilai aman. Kegiatan ini sebenarnya bisa lebih menyenangkan dan memberikan banyak manfaat.

Manfaat berhubungan intim saat hamil adalah aliran darah yang lebih lancar, sehingga asupan oksigen dan nutrisi janin tidak terhambat. Hal ini tentunya bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin.

Faktanya, ada penelitian yang menunjukkan bahwa melakukan hubungan intim secara teratur selama kehamilan dapat menurunkan risiko terjadinya preeklamsia. Ini karena kandungan protein HLA-G di dalam sperma bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil.

Kegiatan ini juga tidak akan membahayakan bayi dalam kandungan. Di dalam kandungan, janin terlindungi dengan baik berkat adanya cairan ketuban yang menyelimuti dirinya dan melindungi otot-otot rahim, panggul, dan perut. Selain itu, lendir di serviks juga mencegah janin terinfeksi.

Baca Juga: Ciri-ciri Hamil Muda Yang Perlu Kamu Ketahui

Posisi yang Aman untuk Berhubungan Intim Saat Hamil

Ibu hamil bisa memilih posisi saat melakukan hunungan intim dan beradaptasi dengan perubahan perut yang semakin membesar. Namun, pastikan posisi yang moms pilih tidak terlalu menekan perut karena bisa memberi tekanan pada rahim. Saat ingin berhubungan intim saat hamil, ibu hamil dan pasangannya bisa mencoba posisi berikut ini:

1. Posisi spooning

Posisi spooning ini sangat aman berhubungan intim saat hamil, terutama pada masa kehamilan trimester ketiga. Dalam posisi ini, wanita hamil bisa tidur menyamping dengan suami di belakang saat melakukan penetrasi. Untuk membuat ibu hamil lebih nyaman sekaligus memudahkan penetrasi, ibu hamil bisa meletakkan beberapa bantal pada satu kaki.

2. Posisi side by side

Posisi lain yang aman untuk dilakukan selama kehamilan adalah berdampingan. Posisi ini dilakukan dengan berbaring di tempat tidur, kemudian ibu hamil dan pasangannya saling berhadapan. Penetrasi yang dilakukan pada posisi ini juga bisa lebih dalam. Selain membuat rileks, posisi ini bisa menambah keakraban karena ibu hamil dan pasangannya saling berhadapan.

3. Posisi woman on top

Memposisikan wanita di atas merupakan posisi yang aman dilakukan selama kehamilan karena tidak membebani perut ibu hamil. Dalam posisi ini, Ibu hamil dapat mengontrol kecepatan dan kedalaman penetrasi.

Selain tiga posisi intim di atas, oral juga aman dilakukan. Namun, pastikan pasangan Anda tidak meniupkan udara ke dalam miss-V karena dapat menyebabkan emboli udara, yaitu udara yang menyumbat pembuluh darah. Kondisi ini bisa berakibat fatal bagi wanita hamil dan janin.

Pada saat yang sama, berhubungan intim dengan cara anal tidak dianjurkan karena dapat menyebarkan infeksi bakteri dari anus ke miss-V, terutama jika wanita hamil tersebut menderita wasir.

Kondisi yang Sebaiknya di Hindari di Masa Kehamilan

Meski secara umum aman untuk berhubungan intim saat hamil, ada beberapa syarat yang membuat ibu hamil dan pasangannya perlu membatasi atau bahkan menghindari berhubungan intim saat hamil, yaitu:

  1. Mempunyai riwayat pendarahan berat sebelumnya.
  2. Pernah keguguran atau melahirkan prematur.
  3. Keputihan atau perdarahan dari vagina
  4. Gangguan plasenta, misalnya plasenta previa
  5. Kehamilan kembar
  6. Pecah ketuban dini
  7. Leher rahim sudah mulai terbuka

Selain kondisi di atas, ibu hamil tidak disarankan melakukan berhubungan intim saat hamil jika pasangannya memiliki penyakit menular seksual, seperti herpes, kutil kelamin, klamidia, atau HIV. Dikhawatirkan menularkan penyakit tersebut kepada ibu hamil dan janin. Dianjurkan juga untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim selama kehamilan untuk mencegah penyakit menular yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Kesimpulan

Berhubungan intim saat hamil akan memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil dan janin, asalkan dilakukan dengan benar dan dalam kehamilan yang sehat. Jika ibu hamil masih memiliki pertanyaan tentang manfaat dan risiko berhubungan intim saat hamil atau takut melakukannya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.



KOMENTAR